PLN NTB Surplus Daya 16 MW

Mataram (Global FM Lombok) – PLN Wilayah NTB ternyata masih mengalami kelebihan atau surplus daya hingga mencapai 16 Mega Watt (MW). Artinya PLN sudah memiliki daya yang cukup untuk melayani seluruh pelanggan di NTB. Namun kasus pemadaman listrik yang belakangan sering terjadi kerap menimbulkan keresahan dari masyarakat karena sudah mengganggu kenyamanan konsumen. Terkait dengan hal itu PLN beralasan, pemadaman dilakukan dalam rangka perluasan jaringan.

Manager Teknik PLN Wilayah NTB H Anang Widjayanto kepada Global FM Lombok via telpon Jumat (20/01) menjelaskan, jumlah daya yang dimiliki PLN Wilayah saat ini mencapai 146 MW dan pada saat beban puncak kebutuhan daya bisa mencapai 130 MW. Artinya sebanyak 16 MW daya masih tidak terpakai.  Karena itu pemadaman listrik bukan karena masalah mesin diesel atau generator, melainkan disebabkan oleh upaya perluasan jaringan PLN.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD NTB H Suharto menegaskan, dengan terjadinya pemadaman listrik akibat dari upaya perluasan jaringan, PLN dinilai sudah mengabaikan fungsi pelayanan terhadap konsumen. Seharusnya PLN memiliki system koneksi jalur cepat sehingga tidak mengganggu masyarakat. Artinya ketika PLN melakukan perluasan jaringan pada titik tertentu, maka jaringan pada koridor yang lain tidak turut mengalami gangguan.

Sementara terkait dengan operasional PLTU Jerangjang, Lobar, Suharto menegaskan berdasarkan komunikasinya dengan jajaran PLN Wilayah bahwa kegiatan operasi perdana atau commercial operation date (COD) akan dilakukan pada bulan Maret atau April mendatang. Gubernur sudah meninjau secara lansung persiapan PLTU tersebut, namun yang masih bermasalah adalah  compeyor atau alat pengangkut batu bara serta beberapa alat pendukung lainnya.(ris)-

http://www.globalfmlombok.com

Berita berikut adalah berita yang mengabarkan upaya yang dilakukan PLN sehingga supplus listrik di NTB.

(Berita Daerah-Bali), Manajemen PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat memperbanyak mesin pembangkit listrik sewaan untuk memenuhi tuntutan pelayanan listrik di Pulau Lombok.

“Sejak Juni lalu ada tambahan mesin sewa berkapasitas 10 megawatt (MW), minggu ini ada lagi tambahan 10 MW dan minggu berikut 10 MW lagi,” kata General Manager (GM) PT PLN Wilayah Nusa Tengggara Barat (NTB) Satri Falanu yang didampingi Manajer Teknik Anang Wijaya di Mataram, Selasa.

PLN Wilayah NTB membawahi manajemen PLN Cabang Mataram, Sektor Lombok, Sistem Bima dan Sistem Sumbawa.

Satri mengatakan, penambahan mesin sewa itu untuk meningkatkan daya mampu pasokan energi listrik di Pulau Lombok yang sudah hampir menyamai beban puncak.

Sejak awal Oktober 2011, beban puncak jaringan listrik PLN di Sektor Lombok, telah mencapai 124 MW, sementara daya mampunya 130 MW sehingga hanya kelebihan enam MW.

Karena itu, diupayakan penambahan 30 MW dari mesin sewa masing-masing 2 x 10 MW yang disewa dari PT Bima Golden, dan 1 x 10 MW yang disewa dari Cocindo.

“Satu mesin kapasitas 10 MW sudah digunakan, dan satu lagi tiba minggu ini dan satunya lagi minggu depan,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Satri, setelah Oktober 2011, daya mampu jaringan listrik Sektor Lombok dapat mencapai 150 MW, sehingga pelayanan pelanggan baru dapat dibuka lagi.

Namun, manajemen PLN NTB memprioritaskan pelayanan sambungan baru kepada calon konsumen yang berlokasi di dekat jaringan kelistrikan yang sudah terbangun. Selain efesiensi biaya juga waktu karena pembangunan jaringan baru membutuhkan waktu sedikitnya 90 hari.

Sementara Sistem Sumbawa dan Bima, juga sempat terjadi defisit energi listrik sebanyak 6,6 MW, namun telah diupayakan penyelesaiannya melalui mesin sewa yang sudah terealisasi sejak 30 Juni 2010.

Daya mampu pembangkit listrik di Sistem Sumbawa (melayani wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat) mencapai 21 MW namun beban puncak telah mencapai 23,9 MW sehingga terjadi kekurangan 2,9 MW.

Demikian pula daya mampu Sistem Bima (melayani wilayah Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu) sebesar 20,3 MW namun beban puncaknya telah mencapai 24,2 MW, sehingga terjadi kekurangan 3,7 MW lebih.

Menurut Manajer Teknik PLN NTB Anang Wijaya dalam praktik penyewaan mesin pembangkit listrik tenaga diesel itu, PLN membeli energi listrik dengan harga berkisar antara Rp250 hingga Rp300 per Kwh.

Mesin sewa berkapasitas 20 MW yang disewa terdahulu saja, PLN NTB harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp62 miliar, dengan masa kontrak setahun.

Sejak 2002 hingga kini, PLN NTB sudah menyewa mesin listrik berkapasitas 82 MW, termasuk beberapa mesin berkapasitas 30 MW yang didatangkan selama Oktober 2011.

(jh/JH/bd-ant)

http://beritadaerah.com


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s